Rabu, 25 November 2020

Objek IPA dan Pengamatannya

A.    Penyelidikan IPA

Penyelidikan ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses yang harus dikuasai, antara lain seperti berikut.

1)      Pengamatan

Menggunakan pancaindra, termasuk melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi.

2)      Membuat Inferensi

Merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan. Penjelasan ini digunakan untuk menemukan pola-pola atau hubungan antaraspek yang diamati dan membuat perkiraan.

3)      Mengomunikasikan

Mengomunikasikan hasil penyelidikan baik lisan maupun tulisan. Hal yang dikomunikasikan termasuk data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, bagan, dan gambar yang relevan.

Keterampilan melakukan pengamatan dan mencoba menemukan hubungan-hubungan yang diamati secara sistematis seperti yang telah kamu lakukan sangatlah penting. Dengan keterampilan ini, kamu dapat mengetahui bagaimana mengumpulkan fakta dan menghubungkan fakta-fakta untuk membuat suatu penafsiran atau kesimpulan. Keterampilan ini juga merupakan keterampilan belajar sepanjang hayat yang dapat digunakan bukan saja untuk mempelajari berbagai macam ilmu, tetapi juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Pada kegiatan yang kamu lakukan di atas, kertas saring atau kertas tisu dengan garis penanda merupakan objek yang kamu amati. Apakah ilmuwan hanya mengamati kertas saring atau kertas tisu saja sebagai objeknya? Tentu saja tidak.

Objek yang dipelajari dalam IPA meliputi seluruh benda di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari pola-pola keteraturannya. Objek tersebut dapat berupa benda yang sangat kecil (renik), misalnya bakteri, virus, bahkan partikel-partikel penyusun atom, juga dapat berupa benda-benda yang berukuran sangat besar, misalnya lautan, bumi, matahari hingga jagat raya ini.

Perlu Diketahui

Pada saat ini, penyelidikan tentang alam telah menghasilkan kumpulan pengetahuan yang demikian kompleks. Untuk memudahkan, pengetahuan- pengetahuan tersebut digolongkan menjadi empat (4), yaitu sebagai berikut.

1)      Fisika, mempelajari tentang aspek mendasar alam, misalnya materi, energi, gaya, gerak, panas, cahaya, dan berbagai gejala alam fisik lainnya.

2)      Kimia, meliputi penyelidikan tentang penyusun dan perubahan zat.

3)      Biologi, mempelajari tentang sistem kehidupan mulai dari ukuran renik sampai dengan lingkungan yang sangat luas.

4)      Ilmu Bumi dan Antariksa, mempelajari asal mula bumi, perkembangan dan keadaan saat ini, bintang-bintang, planet-planet, dan berbagai benda langit lainnya.

Posted by Us Math Crew On November 25, 2020 No comments READ FULL POST

Selasa, 24 November 2020

Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interaksi sosial tidak mungkin ada kehidupan bersama. Bertemunya orang perorangan atau kelompok dalam pergaulan hidup akan menghasilkan suatu kelompok social yang hidup bersama yang membutuhkan suatu aturan. Sehingga melahirkan lembaga untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia.

Suatu lembaga terbentuk akibat dari berbagai aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan melalui interaksi sosial. Peristiwa aktivitas manusia yang selalu diulang-ulang dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan mencari berbagai alternatif kebutuhan itu akhirnya melembaga dan melekat pada masing-masing individu.

Berbagai kebutuhan hidup manusia melahirkan beraneka ragam lembaga guna memenuhi kebutuhannya itu. Semua kebutuhan manusia didapat dengan melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Adanya interaksi sosial antar individu dan kelompok maupun interaksi sosial antar kelompok, dimana mereka berinteraksi dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan hidupnya maka dalam masyarakat terbentuklah berbagai lembaga sosial. Adanya lembaga sosial dimaksudkan untuk memenuhi berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia.

Manusia mempunyai kebutuhan yang bermacam-macam dan lembaga sosiallah yang memenuhi kebutuhan individu pada masyarakat.  Contohnya, manusia membutuhkan pendidikan. Orang tua akan mendaftarkan anaknya pada sekolah dan mematuhi peraturan sekolah serta semua hal yang berkaitan dengan pendidikan diatur pada lembaga pendidikan. Manusia membutuhkan nafkah atau penghasilan di atur dalam lembaga ekonomi. Misalnya, bekerja, berdagang, atau melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya. Dengan demikian interaksi sosial merupakan syarat utama dalam pembentukan suatu lembaga dalam masyarakat Interaksi sosial berpengaruh besar terhadap terbentuknya lembaga social masyarakat yang bersangkutan. Melalui interaksi sosial, manusia saling bekerja sama, menghargai, menghormati, hidup rukun, dan gotong royong. Sikap-sikap tersebut mampu menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya lembaga sosial.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia harus melakukan interaksi dengan orang lain, baik secara individu maupun secara kelompok. Misalnya, manusia untuk memperoleh beras dengan membeli dari pedagang di pasar karena secara individu tidak mampu menghasilkan beras itu. Agar manusia memenuhi semua kebutuhan hidupnya dengan tertib dan teratur, maka dalam kegiatannya manusia perlu mematuhi aturan-aturan atau norma yang berlaku di masyarakat dalam bentuk lembaga sosial. Semakin kompleks kehidupan suatu masyarakat, maka akan semakin kompleks pula lembaga sosial yang dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan bersama. Misalnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan mendorong lahirnya lembaga pendidikan, seperti sekolah mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

 

Sumber:

Iwan S dkk. 2016.Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balitbang, Kemdikbud

 

Posted by Us Math Crew On November 24, 2020 No comments READ FULL POST

Senin, 23 November 2020

Kehidupan Masyarakat pada Masa Hindu-Buddha

Sumber Gambar : https://images.app.goo.gl/BKC4ejwqqme9o3o8A

2.      Pengaruh Hindu–Buddha terhadap Masyarakat di Indonesia

Masuknyapengaruh Hindu-Buddha ke Indonesia telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan-perubahan itu antara lain tampak dalam bidang-bidang berikut ini.

a)      Bidang Pemerintahan

Sebelum unsur kebudayaan dan agama Hindu-Buddha masuk, masyarakat dipimpin oleh seorang kepala suku yang dipilih oleh anggota masyarakatnya. Seorang kepala suku merupakan orang pilihan yang mengetahui tentang adat istiadat dan upacara pemujaan roh nenek moyangnya dengan baik. Ia juga dianggap sebagai wakil nenek moyangnya. Ia harus dapat melindungi keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya. Karena itulah larangan dan perintahnya dipatuhi oleh warganya.

Setelah masuknya unsur kebudayaan dan agama Hindu-Buddha terjadi perubahan. Kedudukan kepala suku digantikan oleh Raja seperti halnya di India. Raja memiliki kekuasaan yang sangat besar. Kedudukan raja tidak lagi dipilih oleh rakyatnya, akan tetapi diturunkan secara turun temurun. Raja dianggap sebagai keturunan dewa dan dianggap sebagai puncak dari segala hal dalam negara.

b)     Bidang Sosial

Pengaruh Hindu-Buddha dalam bidang sosial ditandai dengan munculnya pembedaan yang tegas antar kelompok masyarakat. Dalam masyaakat Hindu, pembedaan ini disebut dengan sistem kasta. Sistem ini membedakan masyarakat berdasarkan fungsinya. Golongan Brahmana (pendeta) menduduki golongan pertama. Ksatria (bangsawan, prajurit) menduduki golongan kedua. Waisya (pedagang dan petani) menduduki golongan ketiga, sedangkan Sudra (rakyat biasa) menduduki golongan terendah atau golongan keempat. Adanya pembagian masyarakat berdasarkan kasta berdampak pada perbedaan hak-hak antara golongan-golongan kasta yang berlainan, terutama dalam hal pewarisan harta, pemberian sanksi dan kedudukan dalam pemerintahan

c)      Bidang Ekonomi

Sejak terbentuknya jalur perdagangan laut yang menghubungkan India dan Cina, kegiatan perdagangan di Kepulauan Indonesia berkembang pesat. Daerah pantai timur Sumatra menjadi jalur perdagangan yang ramai dikunjungi para pedagang. Kapal-kapal dagang dari India dan Cina banyak yang singgah untuk menambah persediaan makanan dan minuman, menjual dan membeli barang dagangan, atau menanti waktu yang baik untuk berlayar.Kemudian, muncul pusat-pusat perdagangan yang berkembang menjadi pusat kerajaan.

d)     Bidang Agama

Hubungan antara Indonesia dan pusat Hindu-Buddha di Asia berawal dari hubungan dagang antara Indonesia, India dan Cina.Hal ini menyebabkan pusat-pusat perdagangan di Indonesia juga menjadi pusat-pusat Hindu- Buddha. Selanjutnya pusat-pusat ini berkembang menjadi pusat kerajaan dan pusat penyebaran Hindu-Buddha ke berbagai wilayah sesuai dengan cakupan wilayah kerajaan.Dengan tersebarnya agama Hindu-Buddha, banyak masyarakat di Indonesia yang menganut agama Hindu atau Buddha.

e)      Bidang Kebudayaan

Sebelum masuknya unsur kebudayaan dan agama Hindu-Buddha, telah berkembang kebudayaan asli Indonesia. Kemudian, setelah masuknya unsur kebudayaan dan agama Hindu-Buddha terjadilah proses perpaduan antara dua kebudayaan tersebut. Pepaduan itu disebut akulturasi. Hasilnya adalah kebudayaan baru yang memiliki ciri khas dari masing-masing kebudayaan.

Hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan asli Indonesia antara lain sebagai berikut:

-          Seni Bangunan

Bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya merupakan bentuk akulturasi antara unsur budaya Hindu-Buddha dengan unsur budaya asli Indonesia. Bangunan yang megah, patung-patung perwujudan dewa atau Buddha, serta bagian-bagian candi dan stupa adalah unsur dari India. Bentuk candi-candi di Indonesia pada hakikatnya adalah punden berundak yang merupakan unsur Indonesia asli. Bangunan punden berundak sebenarnya sudah berkembang dari masa praaksara, sebagai penggambaran dari alam semesta yang bertingkattingkat. Tingkat paling atas adalah tempat persemayaman nenek moyang. Punden berundak menjadi sarana khusus untuk pemujaan terhadap roh nenek moyang.

-          Seni Rupa dan Seni Ukir

Masuknya pengaruh Hindu-Buddha membawa perkembangan dalam bidang seni rupa, seni pahat dan seni ukir. Hal ini dapat dilihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada bagian dinding candi. Misalnya, relief yang dipahatkan pada dinding-dinding pagar langkan di Candi Borubudur yang berupa pahatan riwayat Sang Buddha. Di sekitar Sang Buddha terdapat lingkungan alam Indonesia seperti rumah panggung dan burung merpati.

-          Sastra dan Aksara

Berkembangnya karya sastra terutama yang bersumber dari Mahabrata dan Ramayana, melahirkan seni pertunjukan wayang kulit. Isi dan cerita pertunjukan wayang banyak mengandung nilai-nilai yang bersifat mendidik. Cerita dalam pertunjukan wayang berasal dari India, tetapi wayangnya asli dari Indonesia. Selain itu ada pula tokoh-tokoh pewayangan yang khas Indonesia. Misalnya tokoh-tokoh punakawan seperti Semar, Gareng, Bagong dan Petruk. Tokohtokoh ini tidak ditemukan di India. Perkembangan sastra ini didukung oleh penggunaan Bahasa Sansekerta dan huruf-huruf India seperti Pallawa, Prenagari, dan Dewanagari.

Posted by Us Math Crew On November 23, 2020 No comments READ FULL POST

Halo teman-teman semua, setelah beberapa hari melakukan ringkasan materi, akhirnya hari ini selesai juga meringkas materi pembelajaran Ilmu Pengetahun Sosial (IPS) untuk tingkat SMP Kelas 7, baik materi semester 1 maupun semester 2. Ulasan ini bisa menjadi salah satu solusi bagi siswa untuk BDR (Berlajar dari Rumah) pada masa pandemi Covid19 ini. Untuk mengaksesnya, teman-teman klik pada link-link tersedia dibawah ini.

Berikut materi lengkap yang telah saya ringkas dari berbagai sumber.

Ringkasan materi IPS Kelas 7 Semester 1

BAB I : MANUSIA, TEMPAT,  DAN LINGKUNGAN

A.    Pengertian Ruang dan Interaksi Antarruang

B.     Letak dan Luas Indonesia

C.     Potensi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman Indonesia

D.    Dinamika Kependudukan Indonesia

E.     Kondisi Alam Indonesia

F.      Perubahan Akibat Interaksi Antarruang

BAB II : INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL

A.    Interaksi Sosial

B.     Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

C.     Lembaga Sosial

Ringkasan materi IPS Kelas 7 Semester 1

BAB III : AKTIVITAS MANUSIA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN

A.    Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia

B.     Kegiatan Ekonomi

C.     Permintaan,Penawaran, Pasar, dan Harga

D.    Peran Iptek  dan Kewirausahaan Terhadap Kegiatan Ekonomi

E.  Hubungan Antara Kelangkaan dengan Permintaan-Penawaran untuk Kesejahteraan dan     PersatuanBangsa Indonesia

BAB IV : KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PRAAKSARA, HINDU-BUDDHA, DAN ISLAM

A.    Kehidupan Manusia pada Masa Praaksara

1.      Mengenal Masa Praaksara

2.      Periodisasi Masa Praaksara

3.      Nilai-Nilai Budaya Masa Praaksara di Indonesia

4.      Nenek Moyang Bangsa Indonesia

B.     Kehidupan Masyarakat pada Masa Hindu- Buddha

1.      Masuknya Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia

2.      Pengaruh Hindu-Buddha terhadap Masyarakat di Indonesia

3.      Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha Di Indonesia

4.      Peninggalan-Peninggalan Masa Hindu-Buddha

C.     Kehidupan Masyarakat pada Masa Islam

1.      Masuknya Islam ke Indonesia

2.      Persebaran Islam di Indonesia

3.      Pengaruh Islam terhadap Masyarakat Indonesia

4.      Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

5.      Peninggalan Sejarah Masa Islam

Demikian Ringkasan lenkap Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 7, Semester 1 dan 2. Semoga bermanfaat…

Lihat juga ringkasan materi lainnya dengan cara Klik pada Mata Pelajaran yang ada di Menu Navigasi lalu Pilih Kelas.

Terima kasih…

 

Sumber:

Iwan S dkk. 2016.Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balitbang, Kemdikbud

Amurwani Dwi L dkk. 2014. Sejarah Indonesia SMA Kelas X. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Pembukuab Balitbang, Kemendikbud

https://geograpik.blogspot.com/2020/03/masyarakat-indonesia-pada-masa.html

https://sejarahlengkap.com/indonesia/kerajaan/peninggalan-kerajaan-islam-di-indonesia

Posted by Us Math Crew On November 23, 2020 No comments READ FULL POST

Kehidupan Masyarakat pada Masa Islam

Gambar : Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Sumber : https://images.app.goo.gl/qnBmsHVBsyLf5qYe6

5.      Peninggalan Sejarah Masa Islam di Indonesia

a)      Masjid

Masjid merupakan tempat ibadah orang-orang Islam. Masjid yang merupakan peninggalan masa Islam di Indonesia contohnya adalah masjid Demak, mesjid Ampel Surabaya, dan mesjid Banten.

b)      Keraton

Keraton adalah tempat kediaman raja atau istana raja. Di tempat ini seorang raja mengendalikan pemerintahan kerajaannya. Dengan demikian, keratin berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal raja. Keraton yang termasuk peninggalan masa Islam antara lain yaitu: Keraton Surakarta, Keraton Yogyakarta, Keraton Kanoman di Cirebon, dan istana Maimun di Sumatra Utara.

c)      Makam

Makam kuno peninggalan masa Islam umumnya terdiri atas jirat (kijing), nisan, dan cungkup. Jirat adalah bangunan yang terbuat dari batu atau tembok yang berbentuk persegi panjang. Nisan adalah tonggak pendek yang terbuat dari batu yang ditanam di atas gundukan tanah sebagai tanda kuburan. Cungkup adalah bangunan mirip rumah yang berada di atas jirat. Contoh makam kuno bercorak Islam, yaitu makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik, makam Fatimah binti Maimun di Leran Gresik, makam Sultan Malik al-Saleh di Pasai Aceh, dan makam sultan-sultan Mataram di Imogiri.

d)     Kaligrafi

Kaligrafi adalah menulis indah dan disusun dalam aneka bentuk menarik dengan menggunakan huruf Arab.Dalam dunia Islam, kaligrafi terdiri atas petikan ayat-ayat suci Al Qur’an.Bentuknya beraneka macam, dari yang sederhana, berbentuk tulisan mendatar, sampai bentuk yang rumit seperti sebuah lingkaran, segitiga atau membentuk suatu bangun tertentu seperti masjid. Beraneka ragam hias kaligrafi dapat kita temukan pada dinding masjid atau batu nisan.

e)      Karya sastra

Berdasarkan corak dan isinya karya sastra peninggalan masa Islam di Indonesia ada beberapa jenis, yaitu: babad, hikayat, suluk, dan syair.

-          Babad adalah karya sastra berupa cerita berlatar belakang sejarah. Karya ini biasanya berupa cerita semata daripada uraian sejarah yang disertai bukti-bukti dan fakta. Contoh Babad Cirebon, Babad Tanah Jawi, dan Babad Giyanti.

-          Hikayat adalah karya sastra berupa cerita atau dongeng yang dibuat sebagai pelipur lara atau pembangkit semangat. Contoh Hikayat Hang Tuah, dan Hikayat Raja-Raja Pasai.

-          Suluk adalah kitab-kitab yang berisi masalah gaib, ramalan tentang hari baik atau buruk, dan makna atau simbol tertentu yang dihadapi manusia. Suluk-suluk tersebut merupakan bagian dari ajaran tasawuf.Suluk merupakan karya sastra tertua peninggalan kesultanan Islam di Indonesia. Contoh Suluk Wijil, Suluk Malang Sumirang, dan Suluk Sukarsa.

-          Syair adalah puisi lama yang setiap baitnya terdiri atas empat baris yang berakhir dengan bunyi yang sama. Contohnya Syair Perahu dan Syair Si Burung Pingai karya Hamzah Fansuri.

f)       Seni Tari

Salah satu tarian yang merupakan peninggalan dari masa Islam adalah tari seudati atau tari saman dari Aceh. Tarian ini dilakukan dengan iringan nyanyian yang sebenarnya adalah selawat atau pujian kepada nabi.

g)      Debus

Debus merupakan kesenian bela diri dari Banten.Dalam kesenian ini, pemain menusukkan benda tajam ke tubuhnya tanpa meninggalkan luka. Kesenian Debus berawal pada abad ke-16 M, pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. Debus pernah digunakan sebagai sarana untuk memompa semangat juang rakyat Banten melawan Belanda pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.

h)      Sekaten dan Grebeg

Sekaten merupakan upacara peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw. yang diadakan setiap bulan Rabiul Awwal tahun Hijriyah di Alun-Alun Surakarta dan Yogyakarta. Upacara ini dahulu digunakan oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam. Pada perayaan Sekaten, dua gamelan, yaitu gamelan Kyai Nagawilaga dan gamelan Kyai Gunturmadu akan dimainkan secara bersamaan selama 7 (tujuh) hari berturut-turut.

 

Sumber:

Iwan S dkk. 2016.Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balitbang, Kemdikbud

https://geograpik.blogspot.com/2020/03/masyarakat-indonesia-pada-masa.html

Posted by Us Math Crew On November 23, 2020 No comments READ FULL POST

Minggu, 22 November 2020

Kehidupan Masyarakat pada Masa Islam

Sumber Gambar:  https://images.app.goo.gl/J2T9tFWv9vQa5XTv8

4.      Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

Kerajaan-kerajaan Islam dikenal dengan sebutan kesultanan dan rajanya disebut sultan. Kesultanan Islam di Indonesia diperkirakan mulai lahir sejak abad ke-13 M. Berikut ini akan dibahas beberapa kesultanan Islam yang ada di Indonesia.

a)      Kesultanan Samudera Pasai

Kesultanan Samudera Pasai berdiri antara tahun 1270 – 1275 M. Letaknya di sebelah utara Perlak di daerah Lhokseumawe (sekarang pantai timur Aceh) dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Sultan yang pernah memerintah Samudera Pasai antara lainadalah Sultan Malik as-Shaleh, Sultan Malik at-Thahir, dan Sultan Mahmud Malik az-Zahir.

Sumber sejarah Kesultanan Samudera Pasai antara lain diperoleh dari batu nisan Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 696 H atau 1297 M, catatan Marcopolo (seorang pedagang dari Venesia) yang singgah di Perlak tahun 1292 M, dan catatan Ibnu Batutah (seorang penjelajah dari Maroko) yang pernah singgah di Samudera Pasai tahun 1345 dan 1346M. Perekonomian masyarakat Samudera Pasai tergantung dari perdagangan. Letaknya yang berdekatan dengan Selat Malaka dimanfaatkan untuk kemajuan ekonomi. Banyak pedagang dari berbagai negara seperti Cina, Arab, Persia, Siam, Turki, Gujarat dan lainnya yang berlabuh di pelabuhanSamudera Pasai.

b)      Kesultanan Aceh Darussalam

Kesultanan Aceh didirikan pada tahun 1513 M oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Berdasarkan berita Portugis, Kesultanan Aceh Darussalam di bawah pimpinan Sultan Ali Mughayat Syah berhasil memasukkan kerajaan Daya ke dalam kekuasaan Aceh Darussalam pada tahun 1520 M. Kemudian Pedir dan Samudera Pasai ditaklukkan pada tahun 1524 M. Kesultanan Aceh Darussalam menyerang kapal Portugis di bawah komandan Simao de Souza Galvao di Bandar Aceh. Pada Tahun 1529 M kerajaan Aceh mengadakan persiapan untuk menyerang Portugis di Malaka, tetapi tidak jadi karena Sultan Ali Mughayat Syah wafat pada tahun 1530 M.

Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang memerintah tahun 1607-1636 M. Kesultanan Aceh berhasil menguasai daerah-daerah di pesisir timur dan barat Sumatra, serta pesisir barat Semenanjung Melayu, seperti Johor dan Pahang. Pada tahun 1629 M, Sultan Iskandar Muda berupaya merebut Malaka dari Portugis.

Namun upayanya gagal karena kekuatan Portugis lebih unggul.

c)      Kesultanan Demak

Kesultanan Demak merupakan kesultanan Islam pertama di Pulau Jawa. Kesultanan ini didirikan sekitar abad ke-15 M oleh Raden Patah yang merupakan keturunan Raja Brawijaya V, raja terakhir dari kerajaan Majapahit.

Awalnya Demak merupakan wilayah dari kerajaan Majapahit.Seiring dengan kemunduran Majapahit, Demak menjadi kawasan mandiri yang kemudian menjadi sebuah kesultanan. Wilayah-wilayah di pantai utara Jawa yang sudah menganut Islam berada di bawah pengaruh Demak. Pengaruh Kesultanan Demak kemudian meluas ke Sukadana (Kalimantan Selatan), Palembang, dan Jambi.

Kehidupan ekonomi masyarakat Demak bersumber pada pertanian, perdagangan dan pelayaran.

d)     Kesultanan Banten

Sebelum menjadi sebuah kesultanan, Banten sudah berkembang menjadi kota pelabuhan penting di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda. Pada tahun 1526 M, Fatahillah dari kesultanan Demak berhasil merebut Banten dari kerajaan Sunda. Perebutan kekuasaan ini terjadi disebabkan oleh adanya kerjasama politik dan ekonomi antara kerajaan Sunda dan Portugis.  Fatahillah kemudian mendirikan benteng pertahanan yang bernama Surosowan yang kelak menjadi pusat pemerintahan kesultanan Banten. Selain membangun benteng pertahanan, Fatahillah juga mengembangkan Banten menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam. Banten kemudian tumbuh menjadi kota perdagangan. Ketika kesultanan Demak mengalami kemunduran, Banten akhirnya melepaskan diri dari pengaruh kekuasaan Demak.

Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa tahun 1651-1682. Pada masa pemerintahannya, perekonomian Banten semakin berkembang. Pedagang-pedagang asing seperti, Arab, Gujarat, Persia, Turki, Cina, Jepang, dan Eropa berlabuh di Banten.

e)      Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo)

Kesultanan Makassar merupakan kesultanan Islam yang terletak di Sulawesi Selatan. Kesultanan Makassar berawal dari kerajaan Gowa dan kerajaan Tallo. Kedua kerajaan ini kemudian bergabung menjadi satu di bawah pimpinan raja Gowa. Adapun raja Tallo menjadi mangkubumi.Setelah menganut Islam, kerajaan tersebut menjadi Kesultanan Makassar. Kesultanan Makassar kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan di Indonesia bagian Timur. Hal ini disebabkan letak Makasar yang strategis dan menjadi bandar penghubung antara Malaka, Jawa, dan Maluku sehingga ramai dikunjungi pedagang-pedagang dari dalam dan luar negeri.

Kesultanan Makassar mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin tahun 1653–1669 M. Ia berhasil membangun Makassar menjadi penguasa jalur perdagangan di wilayah Indonesia Bagian Timur.

Pada tahun 1660 M, terjadi perang Makassar. Perang ini disebabkan oleh persaingan antara kesultanan Makassar dan kerajaan Bone yang mendapat dukungan dari VOC Belanda. Selain itu perilaku orang-orang Belanda yang menghalang-halangi pelaut Makasar membeli rempah-rempah dari Maluku dan mencoba ingin memonopoli perdagangan juga menjadi terjadi penyebab perang Makassar. Dalam perang ini kesultanan Makassar mengalami kekalahan dan terpaksa menanadatangani perjanjian Bongaya yang sangat merugikan kesultanan Makassar.

f)       Kesultanan Mataram

Kesultanan Mataram merupakan kesultanan Islam yang didirikan oleh Sutawijaya pada tahun 1575 M. Sutawijaya kemudian menjadi sultan Mataram yang pertama dengan gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Sutawijaya kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Mas Jolang yang memerintah tahun 1601-1613 M. Mas Jolang kemudian digantikan oleh putranya Mas Rangsang yang memerintah tahun 1613-1645 M. Mas Rangsang terkenal dengan nama Sultan Agung.

Pada masa perintahan Sultan Agung kesultanan Mataram mencapai puncak kejayaan. Dalam bidang politik, Mataram berhasil memperluas kekuasaan ke berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat termasuk Banten. Dalam bidang ekonomi, Mataram berkembang menjadi negara agraris. Hasil utamanya adalah beras. Selain itu, Mataram juga menghasilkan kayu, gula, kelapa, kapas, dan palawija.Dalam bidang kebudayaan, seni bangunan, ukir, dan lukis mengalami perkembangan.Hal ini terlihat dari gapura, istana, dan tempat ibadah peninggalan kesultanan Mataram.

 Kerajaan Mataram kemudian dipimpin oleh puteranya Amangkurat I (1647-1677). Pada masa pemerintahannya Mataram mengalami kemunduran karena masuknya pengaruh Belanda. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Belanda untuk menguasai tanah Jawa yang subur, Belanda berhasil memecah belah Mataram.

Pada tahun 1755 M, dilakukan Perjanjian Giyanti yang membagi kerajaan Mataram menjadi dua wilayah kerajaan, yaitu: Daerah kesultanan Yogyakarta dan Daerah Kasunanan Surakarta.

g)      Kesultanan Ternate dan Tidore

Masuknya Islam ke Maluku erat kaitannya dengan kegiatan perdagangan. Pada abad ke-15 M, para pedagang dan ulama dari Malaka dan Jawa menyebarkan Islam di Maluku. Dari sini muncul empat kesultanan Islam, yaitu Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Pada saat kesultanan-kesultanan tersebut berkuasa, masyarakat muslim di Maluku sudah menyebar sampai ke Banda, Hitu, Haruku, Makyan, dan Halmahera.

Maluku terkenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah seperti pala dan cengkeh dan menjadi pusat perdagangan.

Pada 1521 M, Portugis memasuki Maluku dan bekerjasama dengan Ternate. Tidak lama kemudian Spanyol memasuki Maluku dan bekerjasama dengan Tidore. Kedatangan kedua bangsa Eropa tersebut makin memperuncing keadaan hingga terjadi perseteruan empat pihak, yaitu Ternate-Portugis dengan Tidore-Spanyol. Perseteruan ini dapat diselesaikan melalui Perjanjian Saragosa. Berdasarkan isi perjanjian, Spanyol harus meninggalkan Maluku.

Pada tahun 1575 M, benteng Portugis di Ternate direbut, kemudian Portugis berhasil diusir dari bumi Maluku. Bebasnya Maluku dari bangsa asing tidak berlangsung lama. Pada Tahun 1605 M, VOC Belanda menduduki Ambon dan berusaha menguasai Maluku. Belanda mendapat perlawanan sengit dari rakyat Maluku, diantaranya adalah perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Nuku dari Tidore.

h)      Kesultanan Banjar

Pada awal abad ke-16 di Kalimantan Selatan terdapat tiga kerajaan, yaitu Nagara Dipa, Nagara Daha, dan Banjar. Raja Kerajaan Banjar bernama Raden Samudra. Ketika Nagara Daha menyerang Kerajaan Banjar, Raden Samudra meminta bantuan militer kepada Kesultanan Demak. Raden Samudra berjanji jika Kesultanan Demak membantu berperang melawan Nagara Daha, ia bersama seluruh rakyatnya akan masuk Islam. Demak memenuhi permintaan itu. Dengan bantuan Demak, Kerajaan Banjar menang melawan Nagara Daha. Sesuai dengan perjanjian, seluruh rakyat Banjar masuk Islam. Kemudian Raden Samudra dinobatkan oleh Sunan Kudus menjadi Sultan Banjar yang pertama dengan gelar Sultan Suryanullah atau Sultan Suryansyah. Ia memerintah pada tahun 1526 – 1545 M. Kesultanan Banjar mengalami masa kejayaan pada awal abad ke-17 M.

Dalam bidang politik, kesultanan Banjar berhasil menghimpun kekuatan militer yang kuat hingga mampu membendung pengaruh politik dari Tuban, Arosbaya (Madura), dan Mataram. Dalam bidang ekonomi, perdagangan kesultanan Banjar menjadi maju dengan lada sebagai komoditas utama. 

Kesultanan Banjar mengalami kemunduran setelah masa pemerintahan Sultan Adam Al Wasik billah tahun 1857 M. kemunduran ini disebabkan oleh campur tangan Belanda dalam pergantian sultan-sultan Banjar. 


Sumber:

Iwan S dkk. 2016.Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balitbang, Kemdikbud

https://geograpik.blogspot.com/2020/03/masyarakat-indonesia-pada-masa.html

Posted by Us Math Crew On November 22, 2020 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Mengenai Saya

Foto saya
SoE, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
My name is : Oktafiana E. Meak; I Comefrom : Malaka; I life in : Toineke;